Warga Palestina Mulai Putus Asa Usai Israel Serang Wilayah Pengungsian, Tak Punya Lagi Tempat Aman

WARTAKOTALIVE.COM – Warga Palestina mulai putus asa setelah Israel ngotot tetap menyerang wilayah Rafah di jalur Selatan Gaza.

Diketahui wilayah Rafah merupakan wilayah pengungsian yang menjadi satu-satunya lokasi bebas konflik di Gaza.

Namun sejak serangan Israel ke Rafah, dikutip dari Tribunnews.com melalui AP News, puluhan ribu warga Palestina yang terlantar dan kelelahan telah mengemas tenda mereka dan barang-barang lainnya dari Rafah.

Kota paling selatan Gaza yang padat penduduk ini dilanda kepanikan dan kekacauan akibat perebutan perbatasan Israel dengan Mesir dan kemungkinan invasi besar-besaran ke Rafah.

Rumah sakit utama di Rafah telah ditutup, sehingga menyisakan sedikit perawatan bagi orang-orang yang menderita kekurangan gizi, penyakit, dan luka.

Keluarga-keluarga yang berkali-kali terpaksa mengungsi akibat perang mulai putus asa dan tidak yakin harus pergi ke mana.

Selama tiga hari terakhir, arus orang yang berjalan kaki atau menggunakan kendaraan telah memacetkan jalan keluar dari Rafah.

Hal ini karena proses evakuasi yang membingungkan, serta barang-barang mereka menumpuk tinggi di dalam mobil, truk, dan gerobak keledai.

Sementara itu, pemboman Israel terus meningkat dan menimbulkan asap.

“Perang telah menimpa kita bahkan di sekolah-sekolah.”

Baca juga: VIDEO Satu-Satunya Tempat Aman di Gaza Digempur, MER-C Desak Israel Hentikan Serangan

“Tidak ada tempat yang aman sama sekali,” kata warga bernama Nuzhat Jarjer, Kamis (9/5/2024).

Keluarga Nuzhat berkumpul pada Rabu (8/5/2024), untuk meninggalkan sekolah PBB yang menjadi tempat penampungan di Rafah.

Sementara itu, dikutip dari Kompas.com, Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri mengecam keras serangan militer Israel ke Kota Rafah di Gaza dan menyebutnya sebagai tindakan yang tak dapat diterima.

“Indonesia mengecam keras serangan militer Israel atas kota Rafah di Gaza serta penguasaan atas Perbatasan Rafah di sisi Palestina,” kata Kemenlu melalui akun media sosial X, Rabu (8/5/2024).

Baca Juga  Sharp Rilis Ponsel AQUOS Sense8 dengan Kekuatan Standar Militer dan Bodi Ringan

“Setiap upaya pemindahan paksa atau pengusiran warga Palestina, termasuk dari Rafah, tidak dapat diterima karena tindakan tersebut merupakan puncak kejahatan terhadap kemanusiaan,” lanjut Kemenlu.

Indonesia juga menegaskan kembali seruan untuk segera mewujudkan gencatan senjata permanen di Gaza dan menghapuskan semua hambatan dalam penyaluran bantuan kemanusiaan.

Kemenlu meminta semua komunitas internasional, terutama Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa, untuk segera menghentikan kejahatan brutal Israel dan mencegah bencana kemanusiaan yang lebih besar.

Sebelumnya, Israel melakukan serangan udara di Rafah yang merupakan kawasan bagian selatan Gaza pada Senin (6/5/2024). Rafah merupakan tempat berlindung bagi jutaan pengungsi dari wilayah lain di Gaza yang menghindari serangan Israel.

(Wartakotalive.com/DES/Tribunnews.com/Kompas.com)



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *