Resmi Jadi Bagian Sisdiknas, Pesantren Harus Akomodir Empat Mata Pelajaran Umum

WARTAKOTALIVE.COM — Setelah mendapat pengakuan penuh dari pemerintah dan resmi menjadi bagian integral dari Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas), pondok pesantren harus mengakomodir empat mata pelajaran umum.

Hal ini menjadi hal yang diamanatkan dalam Peraturan Menteri Agama No. 31 Tahun 2020 Tentang Pendidikan Pesantren.

Mata pelajaran umum yang sifatnya dasar itu harus diakomodir oleh pesantren untuk menunjang kompetensi dasar kemampuan nalar santri dan juga menanamkan rasa kebangsaan.

Hal itu terungkap dalam sosialisasi UU No 18/2019 tentang Pesantren yang digelar di Pondok Pesantren Al-Hikmah 2 Benda, Sirampog, Brebes, Jawa Tengah, Kamis, 26 Oktober 2023.

Pada acara yang diinisiasi Majelis Masyayikh ini ditegaskan bahwa untuk menjaga ciri khasnya, pesantren tetap memiliki kebebasan menyusun kurikulum independen berbasis kitab kuning.

Baca juga: Ini Jawaban Gibran Rakabuming Raka Saat Ditanya Statusnya Sebagi Kader PDIP: Itu Sudah Clear Loh

Baca juga: Hadiri The 51st Session of the Committee on World Food Security, Mardiono Juga Temui WNI di Roma

Namun di antara bidang studi yang diajarkan, pesantren berkewajiban memasukkan empat materi pelajaran umum, yaitu pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, bahasa Indonesia, matematika, dan IPA/IPS.

“Empat mata pelajaran umum ini menjadi salah satu standar kompetensi kognitif dasar bagi santri,” ungkap  Ketua Majelis Masyayikh KH Abdul Ghofarrozin dalam keterangan resminya.

Dia menjelaskan bahwa tujuan utama pendidikan adalah memberikan pengetahuan akademik dan keterampilan yang relevan dalam lingkup kurikulum.

Untuk itu, kata dia, mata pelajaran yang terkait aspek kognitif dasar, seperti matematika, sains, bahasa, dan ilmu sosial sangatlah penting.

“Selama ini sebagian besar pesantren telah mengakomodir mata pelajaran ini,” tandas KH Abdul Ghofarrozin.

Baca juga: VIDEO Menkes Budi Gunadi Sadikin Sebut Kalau Derita Stunting, Tidak Bisa Jadi Wakil Presiden

Baca Juga  Tak Paham Orde Baru, Kaesang: Apakah Ada Penangkapan di Era Jokowi? Ternyata Ada

Baca juga: Menkes Budi Gunadi Sebut Sektor Kesehatan Penting untuk SDM Indonesia Tujuh Tahun ke Depan

Lebih lanjut Gus Rozin, sapaan akrabnya menambahkan bahwa pesantren juga harus menetapkan sistem penjaminan mutu yang saat ini tengah disusun Majelis Masyayikh.

Penetapan mutu pesantren dinilai urgen karena pesantren harus memastikan hak pendidikan para santri terpenuhi.

Selain itu standarisasi mutu relevan dengan dukungan dari pemerintah dan pihak lainnya agar setiap lulusan pesantren dapat berkhidmat di mana saja tanpa terkecuali.

“Dalam penerapannya, Majelis Masyayikh akan bermitra dengan Dewan Masyayikh di tingkat pesantren untuk menyusun standar baku mutu pendidikan yang mengacu pada kompetensi kitab kuning,” imbuh pengasuh Pesantren Maslakul Huda, Kajen, Pati, Jawa Tengah ini.



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *