Pemuda Tega Pukul Ayahnya Sendiri Usia 77 Tahun di Cakung, Warga Tak Berani Melerai

WARTAKOTALIVE.COM, CAKUNG – Seorang pria berinisial JS tega memukul ayah kandungnya berinisial S di hadapan warga sekitar Jalan Cakung Cilincing, kelurahan Cakung Timur, kecamatan Cakung, Jakarta Timur.

Seorang warga, Hana mengatakan saat aksi tersebut terjadi, dirinya bersama tetangga sekitar terkejut.

Sehingga membuat seorang warga nampak berteriak dan menegur JS untuk tidak melakukan pemukulan.

“Anaknya (JS) lagi jalan lalu ketemu sama bapaknya, awalnya anaknya menyuruh bapaknya pulang, tapi bapaknya bilang pelan-pelan, anaknya tidak sabar langsung mukul bapaknya di bagian kepala,” kata Hana, Rabu (24/1/2024).

Hana menuturkan peristiwa yang terjadi Selasa (23/1/2024) itu tidak hanya berupa pemukulan oleh JS kepada S.

Sebelum dipukul, JS pun sempat mendorong S yang diketahui berusia 77 tahun ke arah sepeda motor yang berjarak lebih kurang dua meter dari lokasi awal.

Baca juga: Bentrokan Warga Terjadi di Jakarta Barat, Diduga Berawal dari Kesalahpahaman Hingga Aksi Pemukulan

Namun warga sekitar yang mengetahui kejadian tidak berani melerainya, disebabkan dugaan peristiwa itu karena permasalahan keluarga.

“Anaknya tidak sabar sampai bapaknya didorong-dorong sampai motor,” pungkasnya.

Aksi tersebut pun terekam kamera CCTV yang terpasang di lokasi.

Hingga cuplikan video CCTV pun viral di sosial media. 

Alasan pikun

Cuplikan layar rekaman CCTV saat JS memukul S di hadapan warga sekitar Jalan Cakung Cilincing, kelurahan Cakung Timur, kecamatan Cakung, Jakarta Timur, Selasa (23/1/2024). (layar tangkap cctv)

Kapolsek Cakung Kompol Panji Ali Candra mengatakan perjanjian itu terjadi usai JS berjanji terhadap S sepakat untuk tidak melakukan perbuatannya kembali.

Kesepakatan itu pun disaksikan juga oleh beberapa saksi yang merupakan warga sekitar.

“Walaupun tidak ada laporan ke pihak kami, kami tetap turun ke lokasi dan bertindak menyelesaikan kasus ini dengan membuat perjanjian atau restorative justice antara pihak keluarga, dan permasalahan ini selesai secara kekeluargaan,” kata Panji, Rabu (24/1/2024).

Baca Juga  Pemprov DKI Bangun Rusun di Tanjung Priok Sebagai Alternatif Hunian Layak untuk Warga

Berdasarkan keterangan di lapangan, Panji mendapati motif pemukulan itu dikarenakan JS kesal kepada S lantaran sudah pikun.

Sehingga JS saat mengetahui S keluar rumah menjadi kesal karena kerap hilang.

“Motifnya adalah anak tersebut kesal kepada orangtuanya karena sudah pikun dan sepuh. Orangtuanya sering hilang dan pergi meninggalkan rumah, sehingga anak tersebut kesal kepada orangtuanya,” lugas Panji.



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *