PDIP Punya Jalan Mudah untuk Berkuasa, Hasto: Pukul 12.00 Sangat Krusial di Hari Pencoblosan

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA—Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengatakan partainya tidak hanya berpikir tentang soal menang kalah dalam perpolitikan di Indonesia.

Partainya selalu taat konstutusi dalam berdemokrasi.

Hasto mengatakan, jika ingin menang atau bekuasa lebih lama, partainya bisa menempuh jalan mudah. Caranya dengan memperpanjang masa jabatan Presiden Joko Widodo yang merupakan kader PDIP.

Namun partainya tetap taat konstitusi dengan mendukung pemilihan umum (pemilu) lima tahunan sekali tetap terlaksana untuk memilih calon pemimpin baru Indonesia.

 “Sejak awal Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar-Mahfud punya komitmen besar di dalam menempatkan rakyat sebagai pemegang kedaulatan tertinggi.

Baca juga: Anak Wiji Thukul Tagih Janji ke Jokowi, Sampai Ibu Meninggal, Kubur Bapak Entah di Mana

Karena itulah kalau mau menang gampang, bagi kami enak, kita perpanjang saja (masa jabatan) Pak Jokowi,” ujar Hasto di Cemara 19, Jakarta Pusat, Minggu (11/2/2024).

“Tapi kan kita memilih jalan konstitusi, jalan demokrasi.

Bukan memilih apa yang didapat oleh PDIP. Tetapi bagaimana proses demokrasi yang oleh konstitusi, melalui pemilu yang jujur dan adil ini harus dijalankan. Ini yang menjadi komitmen kami,” jelasnya.

Oleh karenanya menurut Hasto, dalam tiga hari masa tenang sebelum pencoblosan pemilu, PDIP meminta agar TNI dan Polri tidak disalahgunakan oleh oknum tertentu.

Hasto menegaskan TNI dan Polri harus netral.

“Kami tekankan ini saatnya untuk TNI, Polri jangan disalahgunakan oleh oknum-oknum tertentu yang melanggar konstitusi dan perintah undang-undang karena TNI, Polri itu harus netral,” tuturnya.

“Jadi tiga hari ke depan harus menjadi suatu cermin kebebasan suara rakyat, civil society, semua untuk begerak tanpa paksaan, tanpa intimidasi, bahkan juga tanpa money politic. Dengan demikian pemilu bisa berjalan dengan baik,” jelasnya.

Baca Juga  Keren, Kuasai Empat Bahasa Asing Rafi Atqiya Bikin Jenderal Dudung Bangga, Langsung Masuk Bintara

Hasto mengingatkan sejarah mengajarkan pelaksanaan pemilu yang dipenuhi rekayasa, misalnya pada 1997 ternyata bisa ditumbangkan oleh rakyat.

Padahal saat itu perolehan suara penguasa petahana di atas 78 persen.

Baca juga: Wapres Mengingatkan Pemilu Bukan hanya Soal Aman, Tapi Juga Jujur dan Adil



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *