Lewat SIMRS Upmedik, Sentosa Medika Sejahtera Hadirkan Solusi Digitalisasi Sistem Layanan Faskes

WARTAKOTALIVE.COM — Hingga kini masih banyak fasilitas kesehatan (faskes) yang belum menyelenggarakan Rekam Medis Elektronik (RME) dan melakukan integrasi ke platform SatuSehat.

Padahal pemerintah telah mendorong digitalisasi sektor kesehatan untuk meningkatkan mutu pelayanan.

Melalui Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 24 Tahun 2022 tentang Rekam Medis, pemerintah mewajibkan adanya penyelenggaraan sistem Rekam Medis Elektronik (RME) bagi penyedia layanan kesehatan.

Kebijakan ini diperkuat dengan akselerasi integrasi faskes ke SatuSehat.

Pemerintah juga telah mengeluarkan rekomendasi pencabutan status akreditasi sebagai sanksi bagi faskes yang tidak sama sekali melaksanakan penyelenggaraan RME dan mengintegrasikan sistem informasi ke SatuSehat paling lambat 31 Juli 2024.

Baca juga: Tersedia Vaksinasi Covid-19 Berbayar di RSUD Tamansari, Ini Rincian Harga dan Jadwalnya

Baca juga: Anwar BAB Diminta Segera Menikah Setelah Merasa Kesepian dan Bosan Hidup Sendiri Tanpa Pasangan

Hal tersebut tertuang pada dalam Surat Edaran Nomor HK.02.01/MENKES/1030/2023 Tentang Penyelenggaraan Rekam Medis Elektronik (RME) di Fasilitas Pelayanan Kesehatan serta Penerapan Sanksi Administratif dalam Rangka Pembinaan dan Pengawasan yang dibagikan ke faskes-faskes di seluruh Indonesia.

Banyak faskes menghadapi tantangan untuk menerapkan digitalisasi, seperti kekurangan sumber daya manusia yang memahami sistem, infrastruktur digital yang belum memadai, dan pertimbangan biaya untuk beralih ke sistem digital.

Memahami tantangan yang dihadapi faskes, PT Sentosa Medika Sejahtera selaku perusahaan teknologi kesehatan, menghadirkan solusi bagi faskes untuk menjalankan digitalisasi sistem.

Salah satu produk unggulan yang ditawarkan PT Sentosa Medika Sejahtera adalah Upmedik, platform Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) dan Klinik berbasis 100 persen cloud.

Manajer Operasional PT Sentosa Medika Sejahtera, Windy Aprilyanti S.M. mengatakan bahwa pihaknya berkomitmen untuk ikut serta dan menjadi bagian penting dalam transformasi digital dunia kesehatan Indonesia.

Baca Juga  VIDEO Alam Ganjar Bocorkan Isi Pembicaraannya dengan Gibran Saat Debat Capres

Baca juga: Heboh Anies Bicara Sendiri Depan Lukisan Bung Hatta, Timnas AMIN Bantah Karena Depresi

Baca juga: Ini Penyebab Mengapa Tiba-tiba Banyak Lalat Beterbangan di Sekitar Kita

Salah satunya dengan memberi kontribusi nyata dalam menyediakan sistem manajemen kesehatan yang lengkap, bagus, canggih, dan mudah dipakai oleh semua faskes, baik besar maupun kecil, dan seluruh tenaga kesehatan, baik tua dan muda.

“Komitmen ini salah satunya kami wujudkan dengan menghadirkan Upmedik yang memudahkan faskes untuk menerapkan sistem RME dan digitalisasi operasional secara komprehensif,” ungkap Windi Aprilyanti S.M. dalam keterangan resminya, baru-baru ini.

Menurut Windi Aprilyanti, Sistem Upmedik telah terintegrasi secara eksternal dan internal untuk mempermudah tenaga kesehatan faskes dalam mengoperasikannya.

“Dari sisi bridging eksternal, Upmedik sudah 100 persen ter-bridging ke Satusehat, Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS Kesehatan: Vclaim, Aplicares, i-care, MobileJKN dan Antrean Online), dan Indonesia Case Based Groups (INA-CBGs),” terangnya.



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *