Ini Alasan PDIP Cabut Gugatan kepada Rocky Gerung di Bareskrim: Presiden Jokowi Sudah Berubah

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA–Tim hukum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) membenarkan akan mencabut laporan kepada Rocky Gerung yang dibuat di Bareskrim Mabes Polri.

Tim hukum PDIP mengatakan, sangat mungkin apa yang dikatakan Rocky Gerung di Bekasi beberapa waktu lalu terkait Presiden Joko Widodo ada benarnya.

Seperti diberitakan sebelumnya laporan PDIP itu dibuat terkait dugaan penghinaan yang dilakukan terhadap Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Laporan terdaftar dengan nomor polisi LP/B/217/VIII/2023/SPKT/ Bareskrim Polri tanggal 2 Agustus 2023. Anggota Tim Badan Bantuan Hukum dan Advokasi Rakyat (BBHAR) DPP PDI-P, Johannes L Tobing mengungkapkan alasan laporan akan dicabut salah satunya karena Presiden Jokowi telah berubah menurutnya.

“Jadi Pak Joko Widodo ini presiden yang kita agung-agungkan ini, yang hampir 10 tahun ini yang kita betul-betul jaga, hormati, saya pribadi juga berjuang berdarah-darah untuk memenangkan beliau ini.

Baca juga: Tak Paham Orde Baru, Kaesang: Apakah Ada Penangkapan di Era Jokowi? Ternyata Ada

Nah sekarang sudah berubah nih tidak seperti Pak Joko Widodo yang kita kenal dulu,” ucap Johannes saat dihubungi, Kamis (30/11/2023).

Menurut Johannes, saat ini Jokowi sebagai Presiden sudah tidak konsentrasi mengurus dan menjaga kepentingan rakyat. Hal ini, menurut Johannes, tampak dari situasi politik yang dinilainya sedang tidak sehat.

Johannes menyampaikan, salah satu indikator situasi politik yang tidak sehat terkait putusan Mahkamah Konstitusi (MK) nomor 90/PUU-XXI/2023 soal persyaratan batas usia capres dan cawapres.

Putusan ini dibuat ketika ipar Presiden Jokowi, Anwar Usman menjadi Ketua MK. Belakangan, Anwar pun terbukti melakukan pelanggaran etik berat. Lewat putusan itu, Wali Kota Surakarta sekaligus anak sulung Jokowi, Gibran Rakabuming bisa maju menjadi cawapres mendampingi capres Prabowo Subianto.

“Yang membuat saya sangat tidak terima situasi politik sekarang ini, dasarnya untuk di Mahkamah Konstitusi meloloskan Gibran itu. Kan itu sudah peraturan perundang-undangan kan salah satu persyararan cawapres usianya kan harus 40 tahun,” ujar dia seperti dilansir Kompas.com.

Baca Juga  Ketua RT Tidak Tahu Alasan PT Jakpro Tak Mau Pindahkan Warga Kampung Bayam ke Rusun JIS

“Jadi kalau (Anwar Usman) sudah pelanggaran kode etik ya ini paling sangat memalukan. Ini kan lembaga terhormat ini kan menjaga soal perilaku. Jadi lama-lama saya berpikir nih, oh Pak Jokowi sudah berubah,” ujar dia.

Baca juga: Soal Debat Capres-Cawapres, Mahfud MD: Tidak Ada Alasan untuk Menghindar, ini Bagian dari Seleksi

Dia pun mengutip dan sependapat dengan pernyataan Rocky yang menyebut Jokowi sedang mempertahankan legasinya. Oleh karena itu, setelah melakukan pertimbangan, Johannes menilai orasi Rocky saat acara Konsolidasi Akbar Aliansi Aksi Sejuta Buruh bersama Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI), di Bekasi beberapa waktu lalu ada benarnya.

Atas dasar ini, ia pun berniat mencabut laporannya. Menurut Johannes, permohonan pencabutan laporan akan segera diserahkan ke Bareskrim.

“Jadi sudah saya teken ini tinggal menyerahkan ke penyidik Bareskrim. Sudah enggak lama lah, segera (diserahkan surat pencabutan laporan),” kata Johannes saat dihubungi.



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *