Festival Tari Tenun dan Songket Se-Nusantara Bakal jadi Ajang Pelestarian Budaya

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA – Komunitas Indonesia Internasional Fashion Art & UKM (Kadiifa) akan menggelar Pameran Tenun dan Songket Pusaka Keraton Nusantara di Kawasan Gelora Bung Karno (GBK) Jakarta Pusat pada 25-29 November 2023 mendatang.

Acara ini merupakan rangkaian kegiatan Festival Tenun dan Songket se-Nusantara.

Ketua Umum Kadiifa Anna Marianna mengatakan, rangkaian acara ini akan ditutup dengan Expo UMKM dan produk rempah, dan bisnis forum.

Selain itu pemilihan Putra-Putri Rempah Indonesia 2023 di Gedung Sate, Gedung Merdeka Asia-Afrika dan Hotel Pullman Bandung, Jawa Barat pada 7-11 Desember 2023 mendatang.

Baca juga: Terseret Kasus Pemerasan KPK, Harta Kombes Irwan Anwar Cuma Uang Rp 144 Juta, Tanpa Rumah dan Mobil

Sebelumnya, komunitas ini telah menggelar Festival Tari Tenun dan Songket 2023 di Anjungan Riau, Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta Timur pada Jumat (6/10/2023) lalu.

Festival itu diikuti oleh 155 peserta dari 21 sanggar di 38 provinsi di Tanah Air.

“Festival ini diselenggarakan dengan mengangkat tema ‘Meningkatkan Kepedulian Masyarakat Terhadap Para Pengrajin Tenun dan Songket Tradisional Indonesia’. Festival tahun ini merupakan yang kedua diselenggarakan oleh komunitas,” kata Anna berdasarkan keterangannya pada Selasa (10/10/2023).

Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan bentuk upaya, pelestarian budaya dan mengangkat serta mendorong kemajuan sektor ekonomi para pelaku UMKM.

Baca juga: Modus Jadi Petugas PLN, Sepasang Kekasih Curi Handphone Penghuni Kontrakan di Cilangkap Depok

Termasuk, para pengerajin tenun dan songket se-Nusantara pasca pandemi Covid-19.

“Kita patut berbangga dan senang karena tidak hanya ada hari Batik Nasional 2 Oktober, namun ada hari Tenun Songket Nasional 7 September,” ujar Anna.

Dia mengatakan, hal Ini merupakan harapan seluruh masyarakat Indonesia serta harapan dari para pengrajin seluruh Indonesia.

Baca Juga  Real Count Kawalpemilu.org Pastikan Prabowo-Gibran Menang Satu Putaran: Selamat untuk Paslon 02

Lahirnya Hari Tenun Songket Nasional merupakan apresiasi kepada para pengrajin sebagai pejuang budaya, yang secara turun temurun masih terus konsisten meneruskan, mengembangkan serta melestarikan tradisi budaya bangsa agar tidak punah selamanya.

“Budaya Warisan Leluhur Bangsa Indonesia Tenun dan Songket yang ada dari Sabang hingga Merauke, merupakan kebanggaan kita, menjadi ciri khas serta jati diri budaya bangsa kita, menjadi pemersatu dalam keberagaman adat istiadat suku, bahasa dan agama, yang menjadi simbol Kebhinekaan Tunggal Ika,” ungkapnya.

Ketua Panitia Pelaksana Festival Lomba Tari Tenun dan Songket Nusantara Zulfikar, menyebut festival tersebut mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi Riau.

Jajaran Pengurus TMII, seluruh ketua anjungan dari 38 provinsi, serta Pemerintah Pusat dan Pemerintah DKI Jakarta.

Dia berharap tenun dan songket menjadi perhatian masyarakat serta turut mendukung lahirnya Hari Tenun Nasional 7 September.

“Kegiatan Festival ini sudah tahun kedua, diharapkan kegiatan ini akan terus didukung oleh Pemerintah Provinsi Riau dan akan terus terlibat menyemarakkan pada tahun- tahun berikutnya, sehingga proses dalam rangka mendukung hari tenun nasional akan berjalan dengan baik,” kata Kepala Anjungan Riau TMII ini. (faf)

Baca berita Wartakotalive.com lainnya di Google News.



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *