Dukung Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia, Ini Cara yang Dilakuan Pj Gubernur Sumsel

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA – Penjabat Gubernur Sumatera Selatan Agus Fatoni menilai Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia dan Bangga Berwisata di Indonesia berpotensi memajukan perekonomian daerah.

Menurut Fatoni, pihaknya pun telah melakukan berbagai gerakan serupa yang dilakukan serentak dan masif.

Gerakan yang dimaksud Fatoni adalah gerakan penanganan inflasi serentak se-Sumatera Selatan (Sumsel) hingga gerakan pasar murah serentak.

“Dan dalam waktu dekat kami akan meluncurkan gerakan bedah rumah serentak, gerakan pembangunan sanitasi serentak, dan gerakan tentang stunting serentak,” kata Fatoni melalui keterangan pers yang diterima, Sabtu (23/2/2024).

Menurut Fatoni pelaksanaaan gerakan serentak yang dilakukan pemprov Sumsel akan lebih berdampak manfaatnya kepada masyarakat.

“Kami sedang mengumpulkan CSR dari berbagai instansi swasta untuk melakukan program kerja secara serentak,” ucap Fatoni.

Hal tersebut disampaikan Fatoni sewaktu menerima audiensi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional 7 Sumbagsel dan Perwakilan Bank Indonesia Sumsel di Kantor Gubernur Sumsel, Palembang, Sumatera Selatan, Jumat (16/2/2024) lalu.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala OJK Regional 7 Sumbagsel Untung Nugroho mengatakan OJK akan melaksanakan kick off Gerakan Nasional (Gernas) Bangga Buatan Indonesia (BBI) dan Bangga Berwisata di Indonesia (BBWI), Senin (26/2/2024) mendatang.

Nantinya kampanye Gernas BBI dan BBWI 2024 akan diisi berbagai kegiatan seperti seminar, expo, dan lain-lain.

Kegiatan itu mengusung tema “Produk Lokal Berinovasi”. Pelaksanaannya berbarengan dengan rakor Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD).

“Kampanye utama kegiatannya oleh OJK kemudian didukung pemerintah daerah. Target 2024 yang ingin dicapai dari BBI sebesar Rp 50 miliar per provinsi dan BBWI ditargetkan mencapai 13,2 juta perjalanan di daerah,” ujarnya.

Sedangkan Kepala Perwakilan BI Sumsel Ricky Perdana Gozali menyebut rakor TPKAD yang diselenggarakan BI Sumsel akan membahas sektor perkebunan kelapa sawit.

Baca Juga  Pemeran Pria Film Dewasa Dicecar 30 Pertanyaan Selama 5 Jam: Merasa Dibohongi Sutradara Irwansyah

Hal ini dikarenakan terdapat kredit lebih kurang Rp 15 triliun yang dinikmati petani kelapa sawit termasuk petani plasma maupun swadaya.

Selain rakor TPAKD, BI Sumsel bersama OJK memiliki program lain yaitu pembuakaan satu rekening satu pelajar di kabupaten/kota juga seribu rekening bagi disabilitas dan ekosistem keuangan inklusif dengan pemilihan desa wisata.

Selain itu, terdapat program monitoring dan evaluasi KUR dengan roadshow ke kabupaten/kota serta literasi keuangan.

“Kami berharap dukungan bapak Gubernur dalam kampanye program ini. Misalnya dengan menerbitkan surat edaran penggunaan produk lokal dan belanja produk lokal. Bisa juga dengan penggunaan logo BBI di setiap kegiatan. Mempromosikan produk lokal dan wisata lokal,” ucap Ricky.

BI Sumsel, lanjut Ricky, turut berupaya dalam pengendalian harga pangan melalui program GSM Goes To School, Minggu (25/2/2024) yang dipusatkan di Stadion Jakabaring.

Terakhir, Ricky menyampaikan Provinsi Sumsel dipilih Kementerian Keuangan sebagai lokasi penyelenggaraan sosialisasi Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) se-Sumatera. Kegiatan ini dilaksanakan 29 Februari mendatang.



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *