Dikeluhkan Pelaku Industri karena Tak Maksimal, Insentif Sektor Manufaktur Dinilai Perlu Dilanjutkan

WARTAKOTALIVE.COM — Belakangan ini ramai pembahasan mengenai dorongan beberapa pihak yang menginginkan pencabutan beberapa insentif bagi sektor industri manufaktur.

Salah satu yang didorong untuk dicabut yaitu insentif bagi sektor industri manufaktur berupa harga gas bumi US$ 6 per MMBTU bagi sektor industri yaitu kebijakan Harga Gas Bumi Tertentu (HGBT) untuk tujuh sektor industri.

Pelaksanaan  HGBT di harga US$ 6 pun dikeluhkan pelaku industri tidak berjalan dengan maksimal karena disinyalir ada ego sektoral dalam pelaksanannya.

Ego sektoral dalam pelaksanaan HGBT sangat disayangkan karena kebijakan ini adalah langkah mengoptimalkan posisi Indonesia sebagai negara penghasil gas bumi dengan mengubah keunggulan komparatif sebagai produsen gas bumi menjadi keunggulan kompetitif secara nasional.

Ketua Umum Forum Industri Pengguna Gas Bumi (FIPGB), Yustinus Gunawan mengungkapkan bahwa kebijakan HGBT sangat berdampak positif bagi industri nasional.

“Kebijakan HGBT membuat industri nasional tumbuh dan survive dan berkontribusi terhadap peningkatan pajak, penambahan devisa dengan peningkatan ekspor dan penghematan devisa karena penurunan impor, peningkatan investasi serta penambahan serapan tenaga kerja,” ungkap Yustinus Gunawan dalam pernyataan resminya, baru-baru ini.

Baca juga: One Way dari KM 72 Tol Cipali sampai KM 414 Kalikangkung Berlaku Mulai Pukul 21.30 WIB

Baca juga: Ribuan Pemuda Indonesia Kembali Gelar Aksi Kemanusiaan Palestina di Depan Kedubes AS

Menurut Yustinus Gunawan, kebijakan HGBT itu mendorong performa sektor industri manufaktur pascapandemi Covid-19.

Tujuh sektor penerima HGBT meliputi pupuk, petrokimia, oleokimia, baja, keramik, gelas kaca, sarung tangan karet memberikan nilai tambah bagi sektor perekonomian nasional mencapai Rp157,2 triliun.

Oleh karena itu, kata dia, kelanjutan kebijakan HGBT yang akan habis pada Desember 2024 merupakan keniscayaan atau sesuatu yang tidak bisa tidak dilaksanakan.

“Hal ini untuk menjaga momentum industrialisasi dan menjaga kepercayaan investor yang sedang merealisasi pabrik-pabrik dengan skema HGBT dan ke depannya,” terangnya.

Baca Juga  Apes! Gara-gara Terjebak Macet di Cipete, Pelaku Jambret Handphone Ditangkap Warga

Sementara itu, Anggota Komisi VII DPR-RI, Mukhtarudin menyebut bahwa kebijakan HGBT memiliki posisi sangat penting dan strategis untuk kinerja industri nasional.

Oleh karena itu, dirinya meminta pemerintah untuk memperpanjang kebijakan program HGBT.

Baca juga: Boyamin Ungkap Sosok RBS Bos Besar Harvey Moeis dan Helena Lim, Belum Tentu Robert Bonosusatya

Baca juga: Rudy Susmanto Apresiasi Jaringan Jurnalis Bogor Berikan Santunan Anak Yatim di Cibinong

“Terkait kebijakan HGBT untuk industri khususnya yang di 7 sektor yang sudah diputuskan Pemerintah pada masa yang lalu, HGBT ini dan posisinya sangat penting dan strategis dalam konteks subsidi pupuk,” ungkap Mukhtarudin.

Di sisi lain, dirinya juga meminta adanya perluasan sektor industri penikmat harga gas murah. Hal ini perlu dilakukan agar industri di Tanah Air dapat berdaya saing.



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *