Aksi Penganiayaan di Jakarta Selatan Berawal dari Perusakan CCTV, 5 Tersangka Ditangkap

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA – Terjadi penganiayaan di kawasan Kuningan Barat, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Minggu (12/5/2024).

Wakasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan Kompol Henrikus Yossi menuturkan, kejadian itu berawal pada Minggu (12/5/2024) dini hari karena perusakan kamera CCTV di lokasi proyek pembangunan di kawasan tersebut.

Pasalnya, merasa terganggu dan mengalami sejumlah gangguan aktivitas pembangunan tersebut.

“Pada malam harinya, dari korban penganiayaan bersama dengan rekan-rekannya diduga melakukan perusakan terhadap kamera CCTV yang dimiliki oleh pihak tersangka dan kawan-kawan,” ujar Yossi, dalam konferensi pers di Mapolres Metro Jakarta Selatan, Kebayoran Baru, Rabu (15/5/2024).

Atas kejadian tersebut, tersangka berinisial DKA (45) lantas menyimpan dendam kepada AR, kemudian pada Minggu siang menyerang korban berinisial AR (36).

“Pada sekitar pukul 12.00 WIB, korban saat itu sedang beraktivitas untuk membeli makan siang. Jalan yang dilalui oleh korban untuk pulang dan pergi dari warung tempat yg bersakutan makan siang itu melewati tempat tinggal tersangka,” katanya.

Baca juga: Pakai Bahan Premium Ala Italia, Pizzaria Cavalese di GI Manjakan Lidah Pecinta Kuliner Indonesia

“Nah, setelah korban membeli makan siang kemudian melewati kembali tempat tinggal tersangka. Tersangka yang memang sudah dalam keadaan emosi kemudian mengambil senjata tajam. Selanjutnya menggunduskan senjata tajam tersebut dan mengenai lengan kanan dari korban, sehingga korban mengalami luka robek terbuka akibat kekerasan benda tajam,” lanjut dia.

Setelah itu, korban maupun tersangka saling memberi tahu rekan-rekannya terkait peristiwa tersebut. 

Kedua pihak lantas sama-sama membawa senjata tajam hingga bentrokan hampir terjadi.

“Jadi, setelah adanya tindak pidana penganiayaan yang dialami korban, kemudian korban memberi tahu rekan-rekannya. Begitu pula tersangka, dia memberi tahu rekan-rekannya,” ucap Yossi.

Baca Juga  Keluarga Besar HMI Dukung AMIN, Anies Baswedan: Kami Makin Optimis, Perubahan Bisa Terlaksana

“Pasca mendapatkan informasi, kedua kelompok ini lalu sama-sama membawa senjata tajam, senjata pemukul, dan nyaris terlibat bentrok,” sambungnya.

Polisi kemudian mengidentifikasi para pelaku berdasarkan rekaman CCTV di sekitar TKP hingga akhirnya ditangkap.

Baca juga: Ibu Pelaku Penganiayaan Taruna STIP Masih Syok, Mengurung Diri dan Lemas hingga Lima Hari

Untuk tersangka penganiayaan yang diringkus berinisial DKA.

Sedangkan tersangka kepemilikan senjata tajam berinisial HD (44), NW (25), RS (23), dan MA (22).

Tersangka DKA dijerat Pasal 354 subsider 351 dengan ancaman pidama maksimal 10 tahun penjara.

Sedangkan keempat tersangka lainnya dijerat Pasal 2 ayat 1 Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951 dengan ancaman pidana 10 tahun penjara. (m31).

Baca berita Wartakotalive.com lainnya di WhatsApp.

Baca berita Wartakotalive.com lainnya di Google News.



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *