Migran Watch Desak Jokowi Blacklist Apjati: Mereka Monopoli Penempatan PMI

Jumat, 4 Agustus 2023 – 13:57 WIB

Jakarta – Sekelompok masyarakat yang tergabung dalam Aksi Solidaritas Perjuangan Pekerja Migran Indonesia melakukan aksi, untuk menuntut Pemerintah menyelesaikan permasalahan Pekerja Migran Indonesia (PMI) di tanah air. 

Baca Juga :

Kata Jokowi soal Calon Panglima TNI dan KSAD yang Bakal Pensiun 2023

Direktur Eksekutif Migrant Watch, Aznil Tan meminta kepada Presiden Joko Widodo untuk segera memerintahkan Kementerian Tenaga Kerja mencabut Kepmen No. 260 tahun 2015 dan Kepmenaker No. 291 Tahun 2018 tentang Sistem Penempatan Satu Kanal (SPSK) ke Arab Saudi larena bermasalah dan menghambat kerja PMI. 

“Presiden Jokowi harus segera perintahkan Menteri Tenaga Kerja untuk segera cabut moratorium atau Kepmen No. 260 Tahun 2015 dan Kepmenaker No. 291 Tahun 2018 tentang Sistem Penempatan Satu Kanal (SPSK) ke Arab Saudi,” kata Aznil, di Jakarta, Jumat, 3 Agustus 2023. 

Baca Juga :

Momen Lucu Jokowi Minta Tutut yang Dibeli Menteri Basuki di Pasar Parungkuda

Direktur Eksekutif Migrant Watch, Aznil Tan

Direktur Eksekutif Migrant Watch, Aznil Tan

Peraturan tersebut menurutnya sangat menyulitkan dan terkesan ingin memonopoli penempatan PMI, sekaligus merusak persaingan penempatan yang sehat dan melindungi. 

Baca Juga :

Kapan Rocky Gerung Diperiksa Polisi Buntut Ucapkan ‘Bajingan Tolol’ ke Jokowi?

“Bekerja adalah Hak Asasi Manusia (HAM) maka tidak ada satupun orang di muka bumi ini boleh melarangnya, dan tanpa ada lagi produk kebijakan kotor yang ingin memonopoli penempatan PMI dan merusak persaingan penempatan yang sehat dan melindungi,” ungkapnya. 

Dia juga secara khusus meminta agar Asosiasi Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia (APJATI), dimasukkan ke dalam daftar hitam dunia penempatan Pekerja Migran Indonesia (PMI). Aznil menuding APJATI  terlibat dalam upaya memonopoli penempatan PMI ke Arab Saudi. 

img_title



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *